Infrastruktur Kurang Memadai, Mampukah Geosite Huta Ginjang Pertahankan Status Geopark Kaldera Toba?

Infrastruktur Kurang Memadai, Mampukah Geosite Huta Ginjang Pertahankan Status Geopark Kaldera Toba?

Oxomedia -Taput. Menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) Kaldera Toba, Geosite Huta Ginjang, salah satu dari 16 Geosite Kaldera Toba, masih butuh sentuhan dan pembenahan fasilitas dan infrastruktur pendukung. Kaldera Toba resmi menyandang predikat UGG dalam lewat sidang ke-29 Dewan Eksekutif United Nations Education, Scientific and Culture Organisation (Unesco) di Paris, 7 Juli 2020. Penetapan Kaldera Toba sebagai UGG diharapkan mampu mendorong pengembangan Geo Pariwisata berkelanjutan dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan termasuk promosi budaya dan produk lokal.

Manajer Geosite Huta Ginjang, Bernard Siregar,  memaparkan Geosite Huta Ginjang, masih minim dan butuh pembenahan sarana dan infrastruktur pendukung agar mampu mempertahankan status UGG yang disandang. “Pada July-2024 Unesco akan mengumumkan Revalidasi UGG Kaldera Toba. Kita khawatirkan, apabila infrastruktur pendukung tidak ada pembenahan berkelanjutan, Geosite Huta Ginjang tidak akan mampu mempertahankan status UGG,” kata Bernard.

Dia berharap keseriusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang baru saja mengunjungi Geosite Huta Ginjang untuk segera membenahi fasilitas dan infrastruktur seperti stan kuliner, air bersih, sarana ibadah bagi wisatawan muslim dan banyak lagi yang masih butuh pembenahan. Pengetahuan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi masyarakat yang beraktifivitas ekonomi di sekitar juga masih diperlukan. “Menyandang status UGG, tentu diharapkan wisatawan yang datang bersal dari berbagai kalangan. Wisatawan muslim tidak akan nyaman jika sarana ibadah (Mushola) tidak tersedia,” urainya.

Masih menurut Bernard, para pedagang kuliner di sekitar Geosite, kebingungan akan keberlanjutan status UGG. Mereka sepertinya perlu dibimbing bagaimana menyambut wisatawan dengan ramah dan profesional dalam menyajikan kuliner masing-masing. Keberagamaan penganan yang disajikan para pedagang, juga tak jauh-jauh dari makanan dan minuman ringan pabrikan. Tidak terlihat stan kuliner yang menyajikan makanan khas lokal, seperti ombus-ombus dan produk UMKM lainnya.

Selain itu sarana air bersih dan kebersihan toilet juga perlu mendapat perhatian khusus. Dibeberkannya, sebagai orang yang dipercaya mengelola, pihaknya merasa kesulitan dengan tidak adanya sarana air bersih di Geosite yang dipimpinnya. Hal itu kata dia, semakin membuat para pedagang semakin kebingungan. Stan kuliner yang dibangun pemerintah setempat juga kurang diminati. Mereka lebih memilih mendirikan tenda untuk berdagang. “Bagaimana mau maju, air bersih saja tidak tersedia. Dulu memang sempat dibangun (jaringan air bersih), tapi sudah macet. Untuk keperluan para pedagang mereka harus membawa sendiri keperluan air bersih. Kami harapkan ada keseriusan seluruh pemangku kepentingan termasuk Pemda, agar status UGG Kaldera Toba, khususnya Geosite Huta Ginjang mapu kita pertahanankan,” bebernya. (Medanbisnisdaily.com)

Komentar Anda

Melancong Sumut