Petani Serai Wangi Damuli Siap Bersaing dengan Kadar Minyak Sitronelal 45%,

Petani Serai Wangi Damuli Siap Bersaing dengan Kadar Minyak Sitronelal 45%,

Oxomedia, Labuhanbatu Utara, – Kandungan Sitronelal hasil sulingan minyak serai wangi kelompok tani Bersama Desa Damuli, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara (Sumut)  sangat bagus karena berada diangka maksimal.  Sitronelal adalah senyawa yang dapat menghambat proses metabolisme jamur sehingga akan mengganggu pertumbuhan jamur itu

Hasil analisa laboratorium Scopindo di Medan, kandungan senyawa Sitronelal dalam minyak sulingan Petani Damuli mencapai 45%.  Sebagai pembandanding data dari LIPI, minyak serai yang ada dipasaran mengandung senyawa sitronelal sekitar 32 – 42 persen.

Menurut anggota kelompok tani serai wangi Bersama,  A Yaluad (47), Rabu (6/1),  tingginya kualitas minyak sulingan serai wangi mereka, karena pada tahapan penyulingan menggunakan alat yang mumpuni.  Kelompok tani ini mengembangkan alat-alatnya sendiri dengan berkonsultasi pada para ahli.

Proses menghasilkan minyak lewat perebusan rumpun serai wangi sekitar 1 jam. Dari 30 rumpun, menghasilkan atsiri sekitar 0,8 liter. Dalam sehari, petani biasanya menghasilkan 5 liter minyak. Saat ini, harga untuk setiap 10 mili liternya yang dikemas dalam botol, dikisaran harga Rp25.000.

Minyak hasil sulingan milik dipasarkan ke Medan, Labuhanbatu, Tanjungbalai, Riau dan lainnya. Kedepannya, selain memproduksi minyak, hasil sulingan serai wangi tersebut akan dikelola menjadi parfum, sabun cair, karbol, farmasi, pewangi mobil dan pewangi ruangan aroma terapi.”Itu rencana kita dengan kawan-kawan, tapi setelah segala semua yang dibutuhkan, terpenuhi kota. Tidak hanya minyak, kita kembangkan menjadi menjadi sebuah produk yang bahanbakunya dari hasil sulingan itu,” papar A Layuad.

Kelompok tani itu sekarang menggarap lahan serai wangi siap panen sekitar 7 hektar yang usia tanaman sekitar 6 bulan. Lahan itupun merupakan lokasi bersama dia dengan peserta kelompok tani lainnya. (Gatra.com)

Baca Juga :  Pandemi COVID-19 “Jungkalkan” Ekspor Kopi Aceh

 

Komentar Anda

Ekonomi Sumut