Sriwijaya Air: Percepat cari Black Box, KNKT terima bantuan Ping Locator

Sriwijaya Air: Percepat cari Black Box, KNKT terima bantuan Ping Locator

Oxomedia, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan menerima bantuan alat ping locator dari Singapura untuk mencari black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 yang jatuh.

Pernyataan KNKT menyebutkan “peralatan ping locator yang sedang dioperasikan milik KNKT mengalami kendala teknis atau kerusakan alat… Jadi dengan pertimbangan tersebut dan agar kotak hitam cepat ditemukan maka bantuan peralatan sangat dibutuhkan.”

Selain alat itu, Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko mengklaim pihaknya memiliki peralatan, laboratorium dan personel yang mumpuni dan terlatih.

Namun demikian, pengamat penerbangan, Ruth Hana Simatupang, meminta KNKT agar sebanyak-banyaknya mengumpulkan data untuk disandingkan dengan fakta yang ditemukan ketika menganalisa. Kekurangan data akan membuat proses penyelidikan semakin lama.

Sejauh ini, Tim Inafis Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban pesawat Sriwijaya Air, melalui sidik jari.

Black box pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ-182 berada di sekitar 140 meter dan 100 meter dari sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko, mengatakan pencarian peralatan vital tersebut menggunakan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kapal tersebut dibekali perangkat teknologi sinyal sonar yang mampu mendeteksi bentuk atau objek di permukaan laut sedalam 2.500 meter.

Dalam pelbagai kasus pencarian black box, kata Haryo Satmiko, pihaknya kerap mengandalkan kapal ini.

Secara kemampuan, klaimnya, KNKT mampu menyelidiki kecelakaan pesawat tanpa bantuan negara lain.

Kalaupun membutuhkan pertolongan, yang akan didatangkan adalah investigator dari perusahaan pembuat pesawat dan penyelidik dari negara asal penumpang berkewarganegaraan asing.

Dalam kasus Sriwijaya Air SJ-182, seluruh penumpang merupakan warga Indonesia. Maka, KNKT hanya akan mengundang investigator dari Boeing di Amerika Serikat untuk terlibat.

Baca Juga :  Rusia Perkenalkan Sukhoi Su-75 Checkmate

“Jadi kita bisa terima bantuan dari mereka (Boeing),” sambungnya. (BBC Indonesia)

 

Komentar Anda

Peristiwa Tekno