Sekretaris MWA USU : Pelantikan Muryanto Amin Tunggu Persetujuan Kemendikbud

Sekretaris MWA USU : Pelantikan Muryanto Amin Tunggu Persetujuan Kemendikbud

OXOMEDIA,- Muryanto Amin direncanakan dilantik menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2021-2026 pada 21 Januari 2021. Dekan FISIP itu akan menggantikan Prof Runtung Sitepu yang telah memasuki masa pensiun. Beberapa hari jelang pelantikan, Muryanto malah dinyatakan terbukti melakukan self plagiarsme oleh Komite Etik bentukan Runtung dan dijatuhkan sanksi penundaan naik pangkat dan mengembalikan insentif penelitian.

Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), USU Prof Guslihan, menyebut, keputusan dilantik atau tidaknya Muryanto Amin berada di tangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut dia, salah satu syarat menjadi calon rektor adalah tidak boleh melakukan plagiat.

“Tentang plagirsme, tunggu keputusan (Kemendikbud). Kalau tetap plagiarsme, syarat menjadi calon rektor adalah ‎tidak pernah melakukan plagiarisme, itu harus hilang (dulu), itu diputuskan di sana di Kementrian,” ujarnya, Senin (18/1/2021).

Prof Guslihan menjelaskan, Muryanto Amin saat ini sedang mengajukan upaya banding. “Bila banding diterima maka Muriyanto akan segera dilantik. Tapi bila terbukti, harusnya tidak ada pelantikan,” tegasnya.

Akan tetapi, dia tidak tidak merinci, apakah setelah itu dilakukan pemilihan rektor ulang. MWA, kata dia, bersifat kolektif kolegial, semua anggota punya hak yang sama.

“Putusan atau dilantik kita bicarakan di MWA rapat. Kalau plagiat tidak kita lantik. Tapi menungu putusan dari sana,” ujar pungkasnya.

Muryanto Amin dijatuhi sanki penundaan kenaikan pangkat dan golongan selama satu tahun karena terbukti melakukan plagiat. Hal itu berdasarkan Keputusan Rektor USU Nomor: 82/UN5.1.R/SK/KPM/2021 tentang Penetapan Sanksi Pelanggaran Norma Etika Akademik/Etika Keilmuan dan Moral Sivitas Akademika Atas Nama Dr Muryanto Amin SSos MSi Dalam Kasus Plagiarisme, tanggal 14 Januari 2021.

Selain itu, Dekan FISIPOL USU ini juga dihukum untuk mengembalikan insentif yang telah diterimanya atas terbitnya artikel yang berjudul A New Patronage Networks of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatera, yang dipublikasikan pada Jurnal Man in India, terbit September 2017 ke kas USU.

Baca Juga :  Saat Tertibkan Warung Nasi Goreng Petugas Diprovokasi Oleh Oknum Tidak Dikenal

Poin-poin Putusan Rektor USU Nomor: 82/UN5 1 R/SK/KPM/2021:

  • Menyatakan bahwa Dr Muryanto Amin SSos MSi telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan sengaja dan berulang melakukan perbuatan plagiarisme dalam bentuk self-plagiarism atau autoplagiasi (plagiasi diri sendiri).
  • Menyatakan bahwa Dr Muryanto Amin SSos MSi telah terbukti melanggar etika keilmuan dan moral sivitas akademika.
  • Menghukum Dr Muryanto Amin SSos MSi. penundaan kenaikan pangkat dan golongan selama 1 tahun terhitung sejak tanggal keputusan dikeluarkan.
  • Menghukum Dr Muryanto Amin SSos MSi untuk mengembalikan insentif yang telah diterimanya atas terbitnya artikel berjudul A New Patronage Network of Pemuda Pancasila in Governor Election of North Sumatera yang dipublikasikan pada jurnal Man in India terbit September 2017, ke kas USU.

Atas putusan rektor tersebut, Muryanyo berencana banding, namun belum bisa dilakukan, karena sampai saat ini ia belum menerima salinan putusan Rektor USU tersebut. “Kami masih menunggu SK itu diberikan secara resmi. Sampai saat ini belum kami terima. Jadi secara hukum harus diterima resmi dulu baru bisa diajukan banding,” kata Hasrul Benny, kuasa hukum Muryanto kepada medanbisnisdaily.com, Sabtu (16/1/2021).

Dijelaskan Hasrul, jika SK itu sudah diterima sesegera mungkin mereka akan mengajukan banding administratif ke Kemendikbud. ( REL/Medanbisnisdaily.com)

Komentar Anda

Polhukam Sumut