Gugatan Akhyar-Salman ke MK Penuhi Syarat, Pelantikan Bobby-Aulia Tunggu Tahapan Selanjutnya

Gugatan Akhyar-Salman ke MK Penuhi Syarat, Pelantikan Bobby-Aulia Tunggu Tahapan Selanjutnya

Oxomedia, Medan– Pasca penghitungan suara, pasangan Ahyar-Salman melakukan gugatan ke MK. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan divisi Hukum, Zefrizal menyatakan, gugatan yang dilayangkan Pasangan Calon Akhyar Nasution – Salman Alfarisi terkait hasil Pilkada Medan 2020 telah terbit di Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

Gugatan Paslon 01 tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat. Namun salinan yang diterbitkan MK tersebut belum disampaikan secara resmi kepada KPU Medan melalui KPU RI.

“Syarat untuk mengajukan permohonan itu dianggap sudah lengkap. Misalnya permohonan ada, identitas permohonan ada, dan sistematika penulisan permohonan juga sesuai dengan peraturan MK,” ujarnya seperti dilansir Waspada Online.

Dijelaskan Zefrizal, tahapan selanjutnya akan dilakukan sidang pemeriksaan pendahuluan. Sidang tersebut nantinya akan beragendakan memeriksa kembali permohonan dari pemohon. Kemudian akan menetapkan jika pihak yang terkait seperti Paslon 02 masuk ke dalam perkara konstitusi itu.

“Nah kalau misalnya perkara ini dianggap layak formil dan materil, maka akan dilakukan pemeriksaan lewat sidang di MK,” sebut Zefrizal.

“Lalu kemudian diputuskan permohonan akan diterima atau tidak. Jika tidak diterima, maka 5 hari setelah itu akan kita tetapkan siapa calon yang terpilih,” tambahnya.

Lanjut Zefrizal, ketika laporan pemohon dicatat di BPPK bukan berarti permohonan itu diterima. Sebab dalam istilah hukum, laporan diterima mempunyai implikasi berbeda, yakni permohonan dikabulkan.

“Nah pencatatan di BRPK ini mengartikan bahwa permohonan yang disampaikan itu layak untuk diperiksa dalam persidangan di MK,” jelasnya.

Sidang pendahuluan paling lama dilakukan 7 hari dengan satu kali sidang. Jika laporan terus berlanjut, kemungkinan Maret baru ditetapkan calon Wali Kota Medan terpilih (TIM/ WSP)

Komentar Anda

Baca Juga :  Dokter Berhijab Ini Akan Memimpin Kota Pematangsiantar
Peristiwa Polhukam