Sejumlah Warteg di Jakarta Keluhkan Penurunan Omzet di Atas 50%

Sejumlah Warteg di Jakarta Keluhkan Penurunan Omzet di Atas 50%

Oxomedia, Jakarta, – Sejumlah warung tegal (warteg) yang ada di Jakarta menyebutkan mereka kehilangan omzet hingga di atas 50% selama masa pandemi virus corona (Covid-19) karena jumlah pelanggan yang kian menurun.

Berbagai cara tetap dilakukan para pedagang warteg agar pelanggan tetap bertahan dan tidak kabur ke tempat lain, mulai dari mengurangi harga, tidak menaikkan harga meski harga bahan pokok cenderung naik, dan berbagai trik lainnya.

Teti (36) pedagang warteg Agung Jaya Jalan Plumpang Semper Kelurahan Rawa Badak Selatan menyebutkan sudah selama 10 bulan terakhir omzet di warungnya mengalami penurunan drastis.

“Turunnya lumayan mas, yang biasanya omzet sehari Rp 2-3 juta sekarang hanya tinggal Rp 500.000 sampai dengan Rp 1 juta,” ujar Teti, Selasa (26/1/2021) kepada Beritasatu.com.

Ia menyebutkan harapannya agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir karena yang amat terdampak adalah ekonomi masyarakat kecil.

“Masyarakat kecil yang paling kena imbasnya. Kayak kita pedagang makanan sekarang ini ya yang penting bisa beroperasi meski untung tidak sebesar sebelum Covid-19,” tambahnya.

Hal serupa diungkapkan Hari (45) pedagang Warteg Jaya Sari di Jalan Kedondong Raya Kelurahan Sunter Jaya. Ia menyebutkan jumlah pelanggan yang datang ke tempatnya amat berkurang di masa pandemi.

“Biasanya di jam makan siang (11.00-14.00) itu bisa ada 20-30 pelanggan datang makan, sekarang hanya 10 dan dalam sehari jarang bisa sampai 20 pelanggan saja sudah lumayan,” kata Hari.

Untuk mengakali agar tidak merugi banyak, dirinya mengurangi jumlah belanja ke pasar serta memasak dalam jumlah porsi kecil terlebih dahulu.

“Ada adonan makanan yang kita tahan simpan dalam kulkas, begitu pembeli ramai tinggal dimasak dengan cepat karena sudah disiapkan bahan-bahannya,” tutur Hari.

Baca Juga :  Amitra, The Best Sharia Multifinance 2021

Ia mengungkapkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional yang naik harganya dan cukup memberatkan operasional warteg adalah cabai rawit merah serta sejumlah jenis sayuran.

Sedangkan, Yadi (42) pedagang Warteg Mamoka Bahari di Jalan Serdang Baru Kemayoran menyebutkan untuk mengakali sepinya pembeli, ia memberikan potongan harga dan minuman es teh manis gratis.

“Biasanya untuk tiga lauk seperti nasi sama sayur, telor, tahu atau tempe dan sambal itu harganya Rp 12.000-15.000 sekarang jadi Rp 10.000 saja. Dan itu juga kita berikan minum es teh manis gratis (yang biasanya dikenakan Rp 2.000 per gelas),” kata Yadi.

“Harapannya supaya ya virus ini segera pergi dan berakhir. Kita juga tidak bisa terus-terusan seperti ini. Enggak kuat di modal dan untungnya enggak seberapa. Mana sekarang banyak karyawan dan buruh kena PHK sepi kerjaan jadi berpengaruh juga sama pendapatan kita,” tandas Yadi. (Beritasatu.com )

Komentar Anda

Ekonomi Gaya Hidup