Ketua KAWALI SUMUT: Kurangnya Sosialisasi PT SMGP Berakibat Fatal, Tragedi Harus Diusut Tuntas

Ketua KAWALI SUMUT: Kurangnya Sosialisasi PT SMGP Berakibat Fatal, Tragedi Harus Diusut Tuntas

Oxomedia, Medan– Kabar mengejutkan aktivitas pengeboran proyek panas bumi di Mandailing Natal memakan korban jiwa  sebanyak 5 (lima) orang masyarakat dinyatakan meninggal dunia dan puluhan warga lainnya mengalami keracunan diduga terpapar gas beracun yang keluar pada saat pengeboran. PT Sorik Marapi Geothermal Power selaku pengelola menjadi sorotan publik. Ucapan bela sungkawa terhadap jatuhnya korban jiwa pun membanjiri sejumlah kanal lini masa.

Banyak pihak mempertanyakan penerapan standar dan prosedur yang berlaku dalam pengoperasian uji sumur uap panas pada proyek ini, sudahkah dijalankan. Tentunya butuh investigasi mendalam dan pengecekan dilapangan.

KAWALI SUMUT memandang, jatuhnya korban terhadap masyarakat di sekitar lokasi proyek, mengindikasikan bahwa kegiatan uji sumur uap panas tersebut belum disosialisasikan dengan baik sehingga berdampak fatal jatuhnya korban yang merupakan petani atau peladang di sekitar proyek.

Sosialisasi dan pelibatan masyarakat dalam setiap kegiatan proyek pengelolaan panas bumi adalah wajib dilakakukan oleh pengelola proyek. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi tentunya mampu mengantisipasi dampak terhadap masyarakat sekitar, kedepan sudah seharunya perusahaan berbenah. Bagaimana pun itu, perisitiwa jatuhnya korban jiwa atas kegiatan uji sumur panas oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power harus diusut tuntas dan diproses secara hukum.

Terima kasih

Nara Hubung

Faisal

Ketua KAWALI SUMUT

Hp +6281248987905

Komentar Anda

Baca Juga :  Kasus Keracunan Gas di Madina, KNPI Sumut Siap Kawal Hingga ke Mabes Polri
Lingkungan