Prediksi Gojek Soal Deretan Bisnis yang Bakal Cuan di 2021

Prediksi Gojek Soal Deretan Bisnis yang Bakal Cuan di 2021

Oxomedia, Jakarta, – Memasuki tahun 2021, Gojek membagikan usaha apa yang akan laku di tahun 2021. Dari segi makanan terdapat tiga jenis yang diminati tahun ini.

“Yaitu dessert box (makanan pencuci mulut), menu berbahan dasar milo karena manis-manis, dan rice bowl. rice bowl karena lebih ringkas, praktis, dan juga affordable,” kata Head of Merchant Platform Business Gojek, Novi Tandjung dalam konferensi pers online, Selasa (9/2/2021).

Sementara itu dia mengungkapkan soal promo. Di Gojek sendiri, para merchant diberi keleluasaan untuk membuat campaign atau promosi sendiri. Menurut Novi ada beberapa pelaku usaha yang memberikan promo di sejumlah lini dari makanan, delivery atau total belanja.

“Dari pembelajaran pertama semua konsumen suka promo iya, tetapi jika ingin jitu ada beberapa pembelajaran yang bisa dibagikan di sini. Peminat utamanya adalah potongan harga yang dijual,” ungkapnya.

Selain itu, media sosial juga dikatakan jadi tren jalur promosi utama. Menurut Novi, merchant tidak hanya menggunakan tools yang disediakan di platformnya tapi juga menggunakan media sosial jadi jalur promo usahanya.

Hal yang sama juga terjadi pada layanan chat yang menjadi tools yang digunakan pelaku usaha saat operasional. Namun dia mengingatkan jika permintaan meningkat, akan jadi kendala sendiri dan jika tantangan tidak dapat diatasi akan jadi beban.

“Yang disenangi konsumen semakin cepat, semakin efisien, semakin profesional tentunya konsumen makin suka,” kata Novi.

Sementara itu pembayaran non tunai, yang sudah didorong sejak lama namun akhirnya semakin meningkat saat pandemi Covid-19. Dengan alasan kebersihan, saat ini layanan tersebut tidak hanya digunakan di tempat pembelajaran besar namun melebar hingga ke warung-warung dan ini kemungkinan akan ada penambahan jenis konsumen baru.

Baca Juga :  Intoleransi dan Ekstremisme dalam Persepsi Generasi Muda

Tren lainnya adalah layanan offline tetap tidak bisa ditinggalkan walau penjualan online mengalami peningkatan selama pandemi dan keduanya akan digabungkan oleh para pelaku usaha. Novi mengatakan alasannya ada administratif seperti sudah sewa tempat dan jenis barang yang ditawarkan akan lebih nikmat jika digunakan secara offline.

“Mereka dengan pintar menggabungkan dengan online. Karena online lagi tren, tools lebih banyak, konsumen lebih banyak. Saya gabungan offline dan online. Ada yang menggabungkan dengan online untuk browsing offline untuk pickup, offline untuk lihat barang online untuk transaksi,” jelasnya. (CNBC Indonesia)

Komentar Anda

Ekonomi