Dinilai Cacat Etik, Musda IAKMI Sumut Menyisakan Polemik

Dinilai Cacat Etik, Musda IAKMI Sumut Menyisakan Polemik

Oxomedia, Medan- Musyawarah Daerah (MUSDA) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Sumatera Utara telah dilaksanakan tanggal 9 Februari 2021 dengan terpilihnya Destanul Aulia., SKM., MBA., MEc ., PhD sebagai ketua Pengurus Periode 2021-2024.

Dalam Musda yang digelar secara luring dan daring yang diikuti kurang lebih  30 peserta dari anggota penuh IAKMI, peninjau dan undangan, dengan menerapkan protokol Kesehatan. Sementara dari pengurus cabang (Pengcab) yang memiliki hak suara dalam Musda dihadiri oleh Pengcab Padangsidimpuan, Pengcab Batu Bara, Pengcab Simalungun, Pengcab Asahan, Pengcab Tebing Tinggi, dan Pengcab Padang Lawas Utara.

Walaupun Musda IAKMI Sumut telah berakhir, namun permasalahan baru muncul karena banyak catatan miring tentang proses pelaksanaan dinilai cacat etis dan menjadi bahan pembicaraan diantara peserta dan perbincangan di masyarakat.

“Dalam AD/ ART sebenarnya ada satu sidang yang harus dilakukan yaitu sidang ilmiah, tapi saat Musda itu tidak dilaksanakan,” ungkap Roni Gunawan.

Roni Gunawan selaku Presidium Musda IAKMI mengungkapkan bahwa tahapan sidang yaitu evaluasi tidak berjalan semestinya.

“Evaluasinya tidak tajam, seharusnya dari evaluasi itu dapat menjadi proyeksi bagi kepengurusan selanjutnya, tapi pada Musda kemarin tidak dilanjutkan pembahasan evaluasi,” ujar Roni Gunawan.

Ada dua agenda utama Musda IAKMI yaitu Pertama, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengda periode 2017-2020 dan Kedua pemilihan ketua Pengda periode selanjutnya. Menurut Roni, agenda Musda yang seharusnya menjadi dasar bagi perkembangan organisasi IAKMI Sumut kedepan  melalui evaluasi yang dapat menjadi tolak ukur proyeksi program pengurus selanjutnya. Namun, yang terjadi Musda seperti diarahkan hanya fokus pada pemilihan Ketua Pengda periode 2021-2024 saja.

“Saya melihat ada upaya mengabaikan agenda penyampaian laporan pertanggung jawaban Pengda yang lama, padahal ini penting untuk proyeksi ke pegurus depan, kami melihat Musda kemarin cacat etis,” ujar Roni

Baca Juga :  Bakti Kesehatan Bermartabat Adakan Kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis

Ketua Pengda IAKMI Sumatera Utara periode 2017-2020 Drg. Usma Polita Nasution, M.Kes  menyampaikan secara lisan bahwa program kerja Pengda periode 2017-2020 tidak dapat berjalan dengan baik. Yang menarik  Usma mengungkapkan ke peserta kalau selama menjadi Ketua, Usma tidak tahu menahu dan tidak terlibat dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh IAKMI. Disampaikan Usma kalau semua kegiatan organisasi termasuk urusan keuangan dilakukan oleh Sekretaris Pengda dalam hal ini Destanul Aulia, Ketua terpilih periode 2021-2024).

Ketua sidang Musda, Ganti meminta Destanul Aulia untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan. Dalam penjelasannya, Destanul yang terkesan menyalahkan Usma karena sebagai Ketua tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga jalannya organisasi sepenuhnya diambil alih oleh dirinya sebagai sekretaris. Destanul merasa bahwa IAKMI sebagai organisasi ahli kesehatan masyarakat harus tetap berjalan dengan semakin banyaknya tantangan kedepan dibidang kesehatan masyarakat.

Destanul juga menyampaikan kalau terkait dengan laporan keuangan, tidak ada dana yang tersisa di kas IAKMI Sumut karena semua sisa hasil kegiatan yang dilaksanakannya telah habis dibagi rata ke panitia pelaksana.

“Bagaimana IAKMI Sumatera Utara dapat lebih maju dan berkembang apabila dipimpin oleh orang-orang yang berorientasi keuntungan pribadi dalam menjalankan organisasi, IAKMI dijadikan ajang bisnis pribadi pengurus. Seharusnya laporan pertanggungjawaban (LPJ) periode 2017-2020 tidak dapat diterima oleh peserta Musda serta secara etika dan moral pengurus yang lama dan tidak layak mencalonkan bahkan untuk dipilih kembali menjadi pengurus periode selanjutnya,” ungkap salah seorang peserta yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Sementara, smpai berita ini dirilis, Ketua Panitia Musda Edy Subroto belum dapat dihubungi untuk kami mintakan keterangannya. (*)

Komentar Anda

Peristiwa