WHO Setujui Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca pada Lansia, Akhirnya

WHO Setujui Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca pada Lansia, Akhirnya

Oxomedia, Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendorong penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk semua orang dewasa di atas 18 tahun, membuka peluang untuk mempercepat vaksinasi di negara-negara berkembang.

Dengan begitu, vaksin AstraZeneca dapat digunakan untuk para lansia. Alejandro Cravioto, ketua Kelompok Penasehat Strategis Ahli Imunisasi WHO, berharap efek vaksinasi pada lansia memiliki efikasi sama dengan penerima yang lebih muda. Sebagaimana diketahui, sebelumnya vaksin AstraZeneca tidak diberikan kepada lansia karena kurangnya data uji klinis.

Langkah ini jelas menjadi kabar baik bagi negara-negara berkembang. Banyak dari mereka yang saat ini tengah menunggu pendistribusian AstraZeneca untuk segera melakukan vaksinasi pertama sebagai bagian dari program herd immunity dan menangani pandemi.

Sementara pihak AstraZeneca telah berkoordinasi dengan Covax, sebuah fasilitas untuk mendistribusikan vaksin secara adil di seluruh dunia.

Keputusan WHO merekomendasikan vaksin AstraZeneca ini mengikuti keputusan organisasi yang menghentikan penggunaan vaksin Pfizer karena prosedur penyimpanan yang rumit. Vaksin AstraZeneca tidak perlu disimpan di suhu ruangan sangat dingin seperti Pfizer sehingga memudahkan pendistribusian vaksin. AstraZeneca juga punya harga yang lebih murah ketimbang Pfizer.

Adapun vaksin AstraZeneca diberikan dengan dua kali suntikan. Suntikan kedua akan diberikan 8 sampai 12 minggu dari suntikan pertama.

Munculnya varian baru virus corona membuat sejumlah peneliti khawatir dapat memengaruhi efektivitas vaksin dan ini sudah terjadi di Afrika Selatan. Baru-baru ini, pihak AstraZeneca mengatakan bahwa vaksin mereka belum cukup ampuh terhadap varian baru virus corona di Afrika Selatan. Sebab, vaksin ini hanya memberikan perlindungan terbatas terhadap penyakit ringan akibat varian COVID-19 di Afsel.

Kendati begitu, hal ini tidak mengurungkan niat WHO untuk merekomendasikan vaksin ke negara-negara dengan varian corona baru.

Baca Juga :  Dana Rp 133 Triliun dari AS, Kanada hingga Belanda Bakal Masuk LPI

“Kami akan tetap merekomendasikan vaksin ini meski efektivitasnya berkurang, tidak ada alasan untuk tidak merekomendasikannya, bahkan di negara-negara yang memiliki varian baru,” kata Cravioto sebagaimana dikutip Bloomberg. (kumparan.com)

Komentar Anda

covid19 Tekno