Harga Ekspor Sapi Ternak ke Indonesia dari Australia Meningkat

Harga Ekspor Sapi Ternak ke Indonesia dari Australia Meningkat

Oxomedia. Darwin – Harga ekspor sapi hidup ke Indonesia dari Kawasan Australia Utara mencapai rekor tertinggi

Sapi jantan muda ke Indonesia yang hendak dikirim dari Pelabuhan di Darwin sekarang harganya mencapai AU$4,30, atau lebih dari Rp46 ribu, per kilogramnya.

Harga tersebut menjadi rekor tertinggi untuk harga ekspor hewan ternak hidup yang pernah tercatat. Pasokan sapi ternak di Kawasan Australia Utara saat ini sangat terbatas, salah satunya adalah akibat musim hujan.

“Saat musim hujan seperti ini, bukanlah hal yang aneh jika harganya tinggi,” ujar Scott Riggs, salah satu peternak dari daerah Katherine di Kawasan Australia Utara. “Tetapi harga setinggi ini belum pernah terlihat sebelumnya,” jelasnya.

“Sehingga menjadi sulit bagi eksportir untuk bisa mengamankan dan menjamin hewan ternak tersedia.”

Namun Scott mengatakan akan ada permintaan yang tinggi dari Indonesia menjelang Ramadan, yang diperkirakan akan dimulai pada pertengahan April.

“Ini adalah keuntungan terbesar, tidak ada keraguan tentang itu,” kata Scott.

Peternakan pengemukkan sapi di Indonesia masih membeli hewan ternak dari Australia, tapi mereka mengaku berada di tengah kesulitan karena tingginya harga beli dari Australia.

Di Indonesia berbagai upaya juga tengah dilakukan untuk menekan kenaikan harga daging sapi.  Bulan lalu, sejumlah pedagang daging sapi di kawasan Jakarta dan sekitarnya sempat melakukan aksi mogok dengan tidak membuka kios mereka di pasar, karena harga daging sapi yang sudah terlalu tinggi.

Saat itu para pedagang daging sapi harus mengeluarkan modal sebesar Rp130.000, yakni harga per kilogram di pemotongan.

Tapi mereka hanya bisa menjualnya Rp120.000 per kilogram, dikutip dari Detik.com. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk dengan mengimpor daging sapi dari negara-negara selain Australia, seperti Meksiko.

Baca Juga :  Bulog : 500 ton gula untuk Sumut masuk pekan depan

Penetapan harga maksimal daging sapi juga menjadi bagian upaya Pemerintah Indonesia untuk menekan kenaikan harga bahan makanan pokok lainnya, terutama di tengah pandemi COVID-19 dan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2021 mendatang.

Jumlah pasokan sapi lokal yang ada saat ini di Indonesia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Maret 2021, seperti yang dilaporkan Kata Data.

Dari perhitungan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, kebutuhan daging sapi atau kerbau secara nasional untuk tahun ini sebanyak 696.956 ton, dihitung dari konsumsi daging per kapita sebesar 2,65 kilogram per tahun.

Angka itu diperoleh dari konsumsi per kapita sebesar 2,56 kilogram per tahun. Sementara, ketersediaan pasokan daging sapi atau kerbau lokal hanya 473.814 ton, atau mengalami kekurangan 223.142 ton.

Sejumlah eksportir sapi ternak dari Australia mengaku ada ketidakpastian apakah Indonesia akan dapat menjadi pangsa pasar yang berkelanjutan bagi mereka dalam waktu 12-18 bulan ke depan.

Seperti yang dikatakan oleh ketua Asosiasi Eksportir Ternak di Australia Barat, John Cunnington.

“Saya khawatir soal Indonesia,” kata John, seperti yang dikutip dari media Farm Weekly yang berbasis di Australia Barat. (ABC Australia)

 

Komentar Anda

Ekonomi