Prof. Heru Santosa: Musda IAKMI Sumut Cacat Etika dan Moral

Prof. Heru Santosa: Musda IAKMI Sumut Cacat Etika dan Moral

Oxomedia, Medan– Bertempat di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU), Musyawarah Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Sumut yang berlangsung pada 9 Februari 2021 lalu, menetapkan Destanul Aulia, ., SKM., MBA., MEc ., PhD yang dicalonkan oleh 5 (lima) Pengurus Cabang sebagai ketua Pengurus Periode 2021-2024. Sementara calon lainnya, Ida Yustina dinyatakan gugur dalam pencalonan karena hanya dicalonkan oleh 1 (satu) Pengcab.

Namun Musda tersebut dinilai cacat etik dan moral oleh sejumlah pihak, salah satunya datang dari Prof. Drs. Heru Santosa, MS, PhD selaku Dewan Pakar IAKMI Sumatera Utara. Menurut  beliau yang pada saat Musda hadir sebagai panitia pengarah, bahwa Pengcab-pengcab sepertinya sengaja meloloskan agenda penyampaian Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) tanpa pembahasan laporan kegiatan dan laporan keuangan secara detail dan mendalam. Dari pelaporan LPJ secara lisan ada kesan antara Ketua, Sekretaris dan Bendahara periode sebelumnya saling melempar tanggungjawab.

“Dan baru kali ini LPJ yang seharusnya cukup disampaikan Ketua saja, tapi ternyata ketiganya menyampaikan, walaupun pada saat Bendahara mau klarifikasi tentang keuangan diputus atau diberhentikan oleh salah satu Pengcab untuk tidak dilanjutkan, dengan alasan tidak etis hal semacam itu dibicarakan forum MUSDA dan Pengcab meminta ditutup pembahasan LPJ dan dimohon diterima saja agar bisa diteruskan agenda berikutnya yaitu pemilihan ketua baru,” jelas Prof. Heru Santosa.

Hal tersebut dinilai Prof. Heru ada kesan bahwa selama ini pengerurusan IAKMI tidak ada koordinasi dan kerjasama diantara Ketua, Sekretaris dan bendahara dalam setiap program kegiatan terlebih dalam pertanggungjawaban keuangan organisasi besar IAKMI yang memang seharusnya profesional, akuntabel dan transparan serta bisa dipertanggungjawabkan ke pengurus dan publik. Sehingga harus ada pengelolaan keuangan yang bagus, tidak harus habis dibagi rata serta tidak ada uang kas kosong padahal ada sumber pemasukan.

Baca Juga :  43 Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, DVI Polri Serahkan 32 Korban Ke Keluarga

Menurut Prof. Heru pada agenda  pemeilihan calon Ketua Musda kali ini, justru Ketua terpilih ini diajukan oleh Pengcab untuk menjadi calon Ketua IAKMI Sumut.  “Seyogyanya justru Pengcab selayaknya tidak lagi merekomendasikan nama ketiga mantan pengurus tadi untuk menjadi pengurus periode berikutnya, karena memang sudah dikatakan sebelumnya tadi ada cacat etika dan moral,” tukasnya.

Ganti selaku Ketua Presidium Sidang Musda yang merupakan perwakilan dari Pengcab Paluta, agenda sidang Musda IAKMI telah berjalan dengan lancar serta sesuai tata tertib yang telah disepakati oleh peserta Musda dan hal ini dibenarkan oleh Destanul Aulia selaku Ketua terpilih. Masalah LPJ yang menjadi polemik pasca Musda, Destanul menganggap bahwa semuanya telah selesai dan presidium sidang telah menerima dan menetapkan berita acara pembahasan LPJ yang disampaikannya. Terkait dengan masalah uang hasil kegiatan IAKMI yang dibagi-bagi olehnya dan siapa saja yang menerima pembagian tersebut, pihak Destanul memilih tidak memberikan penjelasan secara rinci.

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (The Indonesian Public Health Association/ IPHA) merupakan suatu organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat yang berdiri pada 21 April 1971.

(*)

Komentar Anda

Peristiwa