Persoalan Sosial di Kawasan Pesisir  Minim Perhatian

Persoalan Sosial di Kawasan Pesisir Minim Perhatian

Oxomedia, Medan, – Isu kawasan pesisir sangat minim perhatian. Cenderung intervensi hanya di perkotaan dan pedesaan. Padahal pesisir adalah kawasan yang menyimpan segudang masalah, khususnya pendidikan, kesehatan, kriminalitas.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutip Konsil LSM Indonesia, Misran Lubis dalam rembuk program ramah perempuan dan layak anak yang diselenggarakan Gugah Nurani Indonesia (GNI) di Marine Café, Belawan, Rabu (24/2).

Misran mengungkapkan bahwa kasus yang menonjol di kawasan pesisir seperti Belawan adalah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk persoalan putus sekolah. Selain itu kasus perdagangan manusia dan prostitusi juga terjadi.

“Menangani kasus tersebut dengan mengajak dan menggandeng semua pihak sinergi dalam melakukan pembenahan. Langkah awalnya harus dengan keamanan, kemudian mendekati kelompok yang berpengaruh untuk sinergi,” jelasnya.

Misran menuturkan bahwa langkah yang lanjutan yang harus dilakukan menangani persoalan inti di rumah tangga. Khususnya kekerasan dan perceraian, “Dan ini menyangkut semua kelompok, perempuan, anak dan kelompok laki-laki dilakukan intervensi,” ujarnya.

Program penanganan sejumlah kasus tersebut juga harus dilakukan berkelanjutan. Serta harus didukung dengan legalitas dan payung hukum. Selain itu, sinergitas harus dilakukan dengan keterlibatan.

“Semuakan memiliki peran, pemerintah memiliki posisi, pelaku usaha juga memiliki tempat. Sehingga bukan hanya sekedar membantu. Tetapi ada keterlibatan karena prinsipnya sinergi adalah menyelesaikan problem utama dengan masing-masing peran,” ujarnya.

Program Manager GNI Medan Anwar Suhut mengatakan bahwa saat ini GNI melakukan pendampingan terhadap anak-anak di kawasan Belawan. Persoalan yang terjadi di kawasan Belawasan saat ini sangat kompleks.

Untuk itu, GNI memiliki peran untuk memfasilitas pertemuan sejumlah pihak guna merumuskan langkah mengatasi persoalan yang terjadi saat ini. Karena penanganan persoalan tersebut harus dilakukan dengan bersama-sama.

Baca Juga :  Reklamasi Pesisir Selatan Penang Picu Polemik di Malaysia

GNI mempertemukan pihak terkait yang ada di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Belawan sebagai upaya merumuskan program-program yang ramah perempuan dan layak anak. (BOB/Gatra.com)

Komentar Anda

Ekonomi Humaniora