Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Festival HAM 2021

Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Festival HAM 2021

Oxomedia, Semarang – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai penggagas dan penyelenggara utama Festival HAM telah memutuskan menerima permintaan Pemerintah Kota Semarang untuk menjadi tuan rumah Festival HAM 2021. Keputusan ini diambil setelah ketiga lembaga berdiskusi secara marathon dan intensif menilai kelebihan dan kekurangan dua kota yang mengajukan diri yaitu Kota Semarang dan Kota Bogor. Pemilihan ini berdasarkan atas pertimbangan sebagai berikut bahwa:

  1. Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan rencana aksi secara matang untuk menjadi tuan rumah Festival HAM 2021;
  2. Pemerintah Kota Semarang telah mengimplementasikan nilai-nilai hak asasi manusia dalam kebijakan dan program pembangunan dan berkomitmen untuk terus memperbaiki perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia dan;
  3. Pemerintah Kota Semarang telah dipilih oleh Open Government Partnership (OGP) global sebagai satu dari empat pemerintah daerah di Indonesia sebagai OGP Local Champion 2021-2025.

Festival HAM adalah forum tahunan semenjak tahun 2014 yang bertujuan mempromosikan praktik-praktik baik tata kelola pemerintahan daerah yang berbasis pada hak asasi manusia. Beka Ulung Hapsara, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI menyatakan, “Komnas HAM memandang penting peran pemerintah daerah dalam pemajuan dan penegakan hak asasi manusia.

Pada era otonomi daerah diberi kewenangan yang memadai untuk perlindungan dan pemenuhan  hak asasi manusia”. Festival HAM menjadi ruang berbagi antar pemangku kepentingan untuk mendiskusikan, bertukar praktek terbaik  pemajuan, pemenuhan dan penegakan hak asasi manusia di tingkat  daerah.

Siti Ruhaini, Tenaga Ahli Utama Deputi V KSP menyatakan bahwa Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat dalam  penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM termasuk dalam pengarusutamaan HAM di daerah. Bahkan ditegaskan Presiden Jokowi dalam dua kesempatan yang berbeda, yaitu dalam pidato Peringatan Hari HAM internasional tahun 2015, dan Pidato Peringatan Hari HAM 2020 di mana Presiden Jokowi  mengatakan “Saya menyambut baik Festival tahunan Kota HAM, atas kerja sama pemerintah, Komnas HAM dan masyarakat pemerhati HAM.

Baca Juga :  Istana Jelaskan Cara Kritik Pemerintah Tanpa Ditangkap Polisi

Festival ini merupakan komitmen bersama dalam mengarusutamakan prinsip HAM di daerah.”  Selanjutnya Siti Ruhaini yang sebelum di KSP menjabat sebagai Staf Khusus Presiden untuk Islam Internasional menegaskan, “Secara substansi, dalam pandangan Presiden hak asasi manusia bukan hanya berbicara mengenai pelanggaran HAM tapi juga promosi dan penguatan HAM. Selanjutnya,  penting untuk menguatkan  ownership dan engagement dari empat pilar yakni pemerintah (pusat dan daerah), masyarakat sipil- termasuk kalangan intelektual, komunitas bisnis dan partai politik” dalam kinerja HAM.

Terkait dengan pemilihan Kota Semarang ini, Sugeng Bahagijo, Direktur Eksekutif INFID menjelaskan, “Hak asasi manusia adalah bahasa lain yang tertuang dalam konstitusi. Keberagaman, gotong royong antar warga dan pemerintah nyata ditunjukkan di sini.” Untuk tema Festival HAM 2021 yang mengemuka pada diskusi tanggal 29 Maret 2021 di Balai Kota Semarang adalah Merayakan Kebhinekaan, Inklusi dan Resiliensi. Hal ini tidak terlepas dari usulan tema yang diusung Walikota Semarang Hendrar Prihadi, “Untuk tema, pandangan saya ke arah akulturasi keragaman agama, etnik dan budaya”.

Tema inklusi  menegaskan penghormatan hak perempuan, hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Sedangkan resiliensi memberikan pengakuan terhadap ketangguhan semua pihak dalam mengedepankan tanggung jawabnya sebagai  ‘duty bearer of right’ (penanggung jawab hak), bukan semata pemerintah tetapi semua pilar menyangga HAM bahkan sesama warga masyarakat berperan aktif terlibat (engage) dalam menjaga dan memenuhi hak dasar, terutama pada masa Pandemi. Sementara itu wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan bahwa pihaknya sejak awal berkomitmen untuk mewujudkan Semarang sebagai kota ramah HAM. “Kita berupaya mewujudkan “kota semua buat semua” bagi seluruh warga Kota Semarang. Dengan semangat ini, kota Semarang ada, dari dan untuk warganya serta warga Kota Semarang ikut bergerak dari dan untuk Kota Semarang.

Baca Juga :  Pernyataan HWPL tentang Krisis Hak Asasi Manusia di Myanmar

Semangat “all for one, one for all” inilah yang kemudian diwujudkan dalam konsep Bergerak Bersama,” tutur Hendi, sapaan akrab wali kota. Untuk itulah, pihaknya sangat berterima kasih tahun ini Kota Semarang terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival HAM 2021. Ada tiga konsep yang didorong pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan kota ramah HAM. “Kita mendorong adanya kesetaraan, ruang aspirasi dan kolaborasi. Mudah-mudahan Festival HAM nanti menjadi momentum untuk kita bersama menguatkan tekad dan komitmen mewujudkan perlindungan dan pemenuhan HAM secara menyeluruh,” pungkas Hendi.

Festival HAM 2021 akan diselenggarakan di Semarang pada tanggal 16-19 November 2021. Kami berharap penyelenggaraan Festival HAM tahun 2021 di Kota Semarang dapat menampilkan praktek-praktek baik yang berkontribusi positif dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak warga Kota Semarang serta menginspirasi kabupaten/kota yang lain di Indonesia serta dunia. (BOB/REL)

Komentar Anda

Polhukam