Motif Bergambar di Bus Trans Metro Deli Singgung Puak Melayu

Motif Bergambar di Bus Trans Metro Deli Singgung Puak Melayu

Oxomedia, Medan – : Gambar visual gorga Batak yang menjadi branding pintu samping kiri dan bagian kanan serta bagian belakang bus Trans Metro Deli menyinggung puak Melayu.

Sebagaimana diketahui, bus Trans Metro Deli resmi beroperasi di Kota Medan, November 2020 dan telah melayani 5 koridor yakni, Lapangan Merdeka-Tuntungan, Lapangan Merdeka-Tembung, Lapangan Merdeka-Amplas, Lapangan Merdeka-Belawan dan Lapangan Merdeka-Pinang Baris dengan total armada 72 unit.

Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding rumah bagian luar dan bagian depan dari rumah-rumah adat Batak tersebut ditampilkan di bus Trans Metro Deli.

‘’Ini jelas melukai hati kami puak-puak Melayu. Kenapa hanya gorga Batak melekat di bus Trans Metro Deli. Medan ini tanah Deli yang dihuni beragam etnis,’’ ucap Ketua Umum Forum Masyarakat Adat Deli (FORMAD) Tengku Muhammad Fauzi kepada wartawan di Café Mendai, halaman Istana Maimoon Medan, Jumat sore(2/4).

Formad menilai gorga Batak yang ditampilkan di bus Trans Metro Deli tersebut menyinggung puak-puak Melayu di Kota Medan yang merupakan Tanah Deli.

Dalam pernyataan sikapnya, Formad menyebut kehadiran bus Trans Metro Deli di Kota Medan tidak didahului dengan studi komprehensif termasuk diabaikannya faktor sosial budaya yang ditandai dengan motif gorga Batak yang dibuat pada seluruh badan luar bus Trans Metro Deli sebagai branding visualnya.

Medan adalah negeri Deli yang jelas-jelas sebagai pusat peradaban Melayu di Sumatera Utara dan Sultan Deli sebagai pendiri Kota Medan berbasis infrastruktur kota, diabaikan eksistensinya dalam proyek ini.

‘’Di mana bumi dipijak, seharusnya disitu langit dijunjung. Tidak ada satu pun tanda-tanda Melayu Deli bisa dilihat pada Trans Metro Deli ini,’’ sebut Tengku Muhammad Fauzi.

Baca Juga :  Rektor USU Runtung Sitepu Juga Dilaporkan Terkait Isu Plagiarisme.

Sebagai puak Melayu Deli, kami merasa tersakiti bila Kementerian Perhubungan terus melanjutkan operasional Trans Metro Deli di Tanah Deli karena di depan mata kami terus berseliweran simbolisasi yang mengkerdilkan eksistensi kami.

‘’Jika simbol-simbol Melayu Deli tidak diakomodir secara dominan di dalam branding visual Trans Metro Deli maka kami meminta kepada Kementerian Perhubungan agar operasional Trans Metro Deli dihentikan,’’ tandasnya.

Ungkapan senada  Sekretaris Umum DPP Formad, OK Muhammad Mukhlis. Didampingi Bendahara Umum DPP Formad, OK Ardiansyah, Mukhlis menilai Kementerian Perhubungan sangat ceroboh dan terkesan kejar target.

‘’Kalau kehadiran bus Trans Metro Deli di Kota Medan yang merupakan tahan Deli mencantumkan visual multi etnis, atau warna merah putih sebagai simbol NKRI itu lebih bagus dan kami puak Melayu bias memakluminya. Tapi kenapa bus Trans Metro Deli yang beroperasional di Kota Medan ‘Tanah Deli’ hanya menampilkan gorga Batak,’’ tuturnya.

 

Untuk itu, Formad meminta perhatian serius kepada lembaga terkait, baik kepada Presiden RI Bapak Ir H Joko Widodo bergelar Tuanku Seri Indra Utama Junjungan Negeri, Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi, DPR RI dan DPRD, Gubernur Sumatera Utara Bapak H. Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bapak Bobby Nasution, agar hak-hak kearifan lokal Kota Medan sebagai tanah puak Melayu Deli dihormati dan dijamin keberlangsungannya baik secara umum maupun secara khusus terkait Trans Metro Deli.

Formad juga mengajak seluruh elemen Melayu Deli baik kalangan akademisi, tokoh masyarakat, pejabat publik, ormas, dan masyarakat umum untuk bersama-sama ikut menyuarakan bahwa simbol-simbol eksistensi budaya lokal terkhusus Melayu Deli untuk dihormati dan diakomodir dalam wajah Kota Medan Tanah Deli.

Baca Juga :  Gelar Razia, Tim Satgas Covid-19 Temukan Banyak Tempat Langgar PPKM

Formad juga bersedia memfasilitasi Kementerian Perhubungan terkait Trans Metro Deli dalam hal pendalaman kajian budaya, sejarah dan simbol-simbol Melayu Deli di Medan Tanah Deli.

‘’Jika tidak ada sambutan positif atas pernyataan sikap dan permintaan kami terkait Trans Metro Deli di ruang tertutup dan operasional Trans Metro Deli terus berlanjut, maka kami akan menggalang massa besar untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi di ruang terbuka. Kami beri tempo setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini,’’ tutup  Tengku Muhammad Fauzi.(BOB/REL/Waspada)

Komentar Anda

Peristiwa