Mengenal Jombang, Kota Santri, Kampung Halaman Istri Ustadz Abdul Somad

Mengenal Jombang, Kota Santri, Kampung Halaman Istri Ustadz Abdul Somad

oxomedia, Medan – Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan berita tentang Ustadz Abdul Somad yang menikahi gadis berusia 19 tahun. Bermacam reaksi yang beredar di dunia maya, tapi menurut pantauan oxomedia, mereka yang merespon posiif jauh lebih banyak daripada yang merespon negatif. Hal ini mungkin disebabkan oleh perilaku Ustadz Abdul Somad yang selama ini jauh dari isu negatif. Selain itu, ternyata gadis 19 tahun yang dinikahi Ulama lulusan timur tengah ini adalah seorang penghafal Al Qur’an yang merupakan santriwati dari pesantren modern gontor yang terdapat di Jawa Timur.

Tentang proses perkenalan hingga pernikahan Ustadz Abdul Somad dengan Fatimah Az Zahra Salim Barabud juga tidak melalui proses yang melanggar syariah Islam. Diberitakan bahwa Fatimah Az Zahra merupakan santriwati yang dipilihkan oleh pihak pesantren modern gontor pimpinan KH Hasan Abdulllah Sahal. Hal ini bermula dari komunikasi antara Ustadz Abdul Somad dengan KH Hasan Abdulllah Sahal yang minta dicarikan jodoh seorang perempuan yang baik, sholeh dan bisa mendampingi beliau untuk mengasuh rumah tahfidz qur’an yang rencananya akan segera didirikan oleh Ustadz Abdul Somad.

Proses pemilihan pun berlangsung hingga akhirnya pada tanggal 28 April 2021 atau bertepatan dengan tanggal 16 Ramadhan, Ustadz Abdul Somad dan Fatimah Az Zahra Salim Barabud resmi menjadi suami istri.

Fatimah Az Zahra Salim Barabud adalah puteri dari Salim Soleh Barabud yang saat ini berdomisili di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kabupaten Jombang sendiri merupakan sebuah wilayah yang dikenal dengan kota santri. Mengutip dari kabarjombang.com , Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh, mengatakan, Ponpes di Jombang yang sudah terdaftar di Kemenag Jombang saat ini berjumlah 124 Pondok Pesantren. Terdapat 41.874 santri yang sedang memperdalam ilmu Agama Islam di Jombang. Mereka terdiri dari 22.511 santri laki-laki dan 19.363 santri perempuan.

Kabupaten Jombang yang terletak di tengah-tengah wilayah Jawa Timur ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan di utara, Kabupaten Kediri di selatan, Kabupaten Mojokerto di timur, dan Kabupaten Nganjuk di barat.

Dalam sejarahnya, Jombang merupakan wilayah yang cukup berpengaruh dan penting di era Majapahit. Saat itu, wilayah yang kini menjadi Jombang merupakan pintu gerbang Majapahit. Setelah Majapahit kehilangan pengaruhnya, kawasan tersebut menjadi bagian dari kerajaan Mataram Islam.

Pada 1811, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Kabupaten Mojokerto, Jombang menjadi salah satu residennya, bersama dengan Trowulan yang menjadi kawedanan. Kemudian pada 1910, Jombang memperoleh status menjadi Kabupaten.

Sejak lama Jombang mendapat juluhkan Kota Santri, lantaran penyebaran pondok pesantren hampir merata di kabupaten ini. Jombang merupakan pusat pondok pesantren di tanah Jawa. Hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa mengenyam pendidikan di sana.

Ada empat pondok pesantren yang paling terkenal berdiri di Jombang, yaitu Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh KH.Hasyim Asy’ari pada 1899, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang didirikan oleh KH. Abdus Salam sejak 1967, Pesanren Mamba’ul Ma’arif yang didirikan oleh KH.Bisri Syansuri pada tahun 1921, dan Pesantren Darul Ulum didirikan oleh KH. Tamim Irsyad dan KH.Cholil pada 1885.

Selain itu, banyak tokoh nasional yang dilahirkan di Kabupaten Jombang, di antaranya adalah Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahid Hasyim, pengarang syair “Ya Lal Wathon” KH Abdul Wahab Hasbullah,KH Salahuddin Wahid, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid, budayawan Emha Ainun Najib, Aktifis Wardah Hafizd hingga Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. (TA/oxo)

Komentar Anda

Nasional