Ekstremis Yahudi serang orang Arab di kota-kota Israel

Ekstremis Yahudi serang orang Arab di kota-kota Israel

Warga Arab-Israel menjadi sasaran serangan rasis ekstremis Yahudi di Bat Yam, Lod, Acre, Tiberias, Jaffa

Oxomedia, Ankara, – Ratusan ekstremis Israel pada Rabu melancarkan serangan terhadap warga Israel-Arab di  beberapa kota di seluruh kota Israel, menurut laporan media lokal.

Di Bat Yam, dekat Tel Aviv, puluhan orang Israel menyerang orang-orang Arab, menyebabkan satu orang terluka parah, lapor saluran berita milik negara Israel KAN.

Bentrokan terjadi antara pasukan pendudukan Israel dan warga Palestina di pusat kota Lod, menurut saksi mata.

Ratusan ekstremis menyerang rumah milik orang Arab-Israel di kota Lod.

Israel memberlakukan jam malam di kota mayoritas Arab Lod pada Rabu setelah bentrokan meletus antara pasukan keamanan dan Arab-Israel Palestina terkait ketegangan di Yerusalem dan Gaza.

Kota itu menyaksikan bentrokan sengit sejak Selasa antara demonstran dan polisi selama prosesi pemakaman seorang warga Arab-Israel yang dibunuh oleh seorang pemukim Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengumumkan keadaan darurat di kota itu.

Acre, Tiberias dan Jaffa juga telah menyaksikan bentrokan sengit antara polisi dan warga Palestina, menurut KAN.

Beberapa warga Israel terluka parah dalam bentrokan di Acre, menurut saluran itu

Korban tewas Palestina bertambah

Korban tewas akibat serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza bertambah menjadi 65 orang, termasuk 16 anak-anak, kata Kementerian Kesehatan Palestina Rabu malam.

Selain itu lima wanita termasuk di antara korban tewas, sementara 365 orang lainnya terluka.

Orang Arab-Israel adalah orang Palestina yang berhasil tinggal di rumah mereka selama Nakba – pengusiran paksa – pada 1948 dan kemudian menjadi warga negara Israel. Mereka membentuk sekitar 20 persen dari populasi Israel.

Baca Juga :  Ambulance Sumbangan Jemaah Mesjid Gubsu Sudah Sampai di Palestina

Mereka tinggal di beberapa kota Arab di tengah Israel yang dikenal sebagai “Segitiga Kecil” bersama dengan wilayah Galilea (utara) dan Negev (selatan).

Banyak kelompok hak asasi manusia mengecam kebijakan Israel terhadap orang Arab sebagai bentuk apartheid modern, di mana orang Arab-Israel menderita diskriminasi rasial dalam pendidikan, pekerjaan, dan perawatan kesehatan.

Ketegangan meningkat sejak pengadilan Israel pekan lalu memerintahkan penggusuran keluarga Palestina dari daerah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980, suatu tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (BOB/Anadolu)

Komentar Anda

Global Peristiwa