Memimpin adalah Ketegasan Tanpa Ragu

Memimpin adalah Ketegasan Tanpa Ragu

“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya,” – Ir. Soekarno.

Ungkapan Bapak Proklamator Kemerdekaan RI itu merupakan wujud dari keteguhan hati dalam meraih impian. Dalam konteks kepemimpinan, seorang pemimpin mestilah memiliki mimpi dan kemauan besar mewujudkannnya. Seringkali, demi tercapainya impian itu seorang pemimpin dipaksa bersikap tegas terhadap segala aral melintang yang menghalangi terwujudnya mimpi-mimpi besarnya.

Menilik jauh ke belakang, nikmat kemerdekaan yang kita rasakan hari ini merupakan buah dari keteguhan dan ketegasan para pejuang bangsa di masa lampau. Belajar dari perjuangan seorang perempuan tangguh dari Aceh Darussalam, Tjoet Nya’ Dien, yang kisahnya diangkat ke layar lebar dalam garapan sutradara Eros Djarot, kita tahu bagaimana Tjoet Nya’ Dien memiliki keteguhan dan ketegasan dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah leluhurnya dari penjajahan.

Dikisahkan, setelah wafatnya suaminya Teuku Umar dan bertahun-tahun bergerilya di dalam hutan, salah seorang kepercayaan Tjoet Nya’ Dien bernama Pang Laot menyarankan agar Tjoet Nya’ Dien berdamai saja dengan penjajah Belanda.

“Tjoet Nya’, kita sudah tidak punya apa-apa lagi, kita tidak akan berdaya,” bujuk Pang Laot pada Tjoet Nya’ Dien.

Bukannya mendengarkan nasihat Pang Laot, Tjoet Nya’ Dien malah marah besar, “Pang Laot, sejak semula tidak ada yang memaksamu untuk tetap tinggal bersamaku!”, tegasnya.

Andai saja Tjoet Nyak Dien kala itu mengikuti nasihat Pang Laot, tentu hari ini kita tidak mengenalnya sebagai pahlawan perempuan dari tanah rencong. Keteguhan dan ketegasan Tjoet Nya’ Dien dan para pejuang kitalah yang sebabkan kita meraih nikmat kemerdekaan itu.

Sebagai masyarakat, dalam pandangan saya seorang pemimpin mestilah memiliki ketegasan terhadap apa yang sedang dipimpinnya. Sebagai warga Sumatera Utara, saya melihat sikap tegas itu ada pada diri Gubernur Edy Rahmayadi.

Baca Juga :  Gubsu Siap Bantu Deliserdang ke Luar Zona Merah Covid

Meski seringkali ‘digoreng’ media sebagai sosok pemarah. Pandangan saya, apa yang dilakukan Gubsu Edy sebagai seorang pemimpin sudahlah pada semestinya. Barangkali, pasca reformasi dan diberlakukannya Pemilihan Kepala Daerah Langsung, sudah jarang sekali kita temui pemimpin berlatar belakang militer. Itulah sebabnya kita seperti ‘ganjil’ melihat kepemimpinan tegas yang dijalankan Gubsu Edy yang memang terbiasa memegang komando sepanjang karirnya sebagai prajurit.

Saya ambil contoh, bagaimana media menggoreng lewat pemberitaan bahwa Gubsu Edy Rahmayadi tengah berkonflik dengan Walikota Medan Bobby Nasution perihal penanganan Covid-19. Padahal setelah saya cermati, ternyata Edy Rahmayadi dalam pernyataannnya itu bermaksud bahwa ia akan bersikap tegas terhadap apapun yang menghalangi upaya penanggulangan wabah Covid-19.

Tak kisah, meski akan melahirkan Pro dan Kontra, seorang pemimpin haruslah berani mengambil langkah yang diyakininya. Masyarakat yang bermartabat dimulai dari Pemimpin yang bermartabat. Semua itu hanya dapat diraih jika pemimpinnya seorang yang memiliki keteguhan dan ketegasan.

Sepakat?

(TIM)

Komentar Anda

Oxopini