PT Hindoli-Cargill Mendirikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Pertama di Sektor Perkebunan di Indonesia

PT Hindoli-Cargill Mendirikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Pertama di Sektor Perkebunan di Indonesia

Oxomedia, Jakarta, –  PT Hindoli, anak perusahaan Cargill di Indonesia, hari ini mengumumkan telah tersedianya Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di konsesi perkebunan kelapa sawitnya di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Proyek percontohan RP3 ini merupakan bentuk realisasi dari penunjukkan Pemerintah Musi Banyuasin kepada PT Hindoli untuk mendirikan rumah perlindungan pertama bagi para pekerja perempuan di sektor perkebunan di Indonesia.

Program RP3 diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada 2019 dan bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja perempuan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di seluruh sektor industri. Setelah dilakukan beberapa proses kajian oleh Kementerian PPPA dan instansi pemerintah daerah terkait, nilai dan komitmen PT Hindoli kepada para pekerja perempuan dinilai sejalan untuk melaksanakan proyek percontohan rumah perlindungan di sektor perkebunan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, dalam kunjungannya ke PT Hindoli pada hari Rabu, 9 Juni 2021, mengatakan, “Para pekerja, khususnya pekerja perempuan, sangatlah rentan mengalami segala bentuk tindakan kekerasan dan diskriminasi seperti sulit mendapatkan hak untuk berserikat, hak cuti hamil, cuti haid, hubungan industrial yang tidak adil serta hak perlindungan dan keselamatan kerja. Hal ini disebabkan karena banyak di antara mereka yang belum memahami hak-hak pekerja perempuan, serta merasa takut, malu dan tidak mengetahui tempat untuk melapor ketika mengalami kekerasan ataupun diskriminasi di tempat kerja. Hal inilah yang menjadi dasar kami menginisiasi pembentukan RP3 di berbagai sektor industri, termasuk sektor perkebunan.

Saya mengapresiasi PT Hindoli yang telah mendirikan fasilitas ini untuk menunjukkan kepedulian perusahaan akan pekerja perempuan di sektor industri perkebunan. Saya berharap program ini dapat ditiru juga oleh perusahaan-perusahaan lainnya.”

Baca Juga :  Pembiayaan perubahan Iklim responsif Gender untuk Mengentaskan Perempuan dari Kemiskinan

Arahan Menteri PPPA tersebut sejalan dengan komitmen dan nilai-nilai yang diemban oleh Cargill – untuk selalu melakukan tindakan yang benar dan mengutamakan orang terlebih dahulu- yang menjadi panduan perusahaan dalam upaya untuk melindungi, mendukung, dan memprioritaskan kesejahteraan seluruh karyawan, termasuk para pekerja perempuan.

Bupati Musi Banyuasin, Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, “Berdirinya proyek RP3 ini memberikan jaminan kepada masyarakat Musi Banyuasin, khususnya pekerja perempuan, bahwa sudah terdapat fasilitas untuk meningkatkan perlindungan pekerja perempuan dari setiap bentuk kekerasan dan diskriminasi di tempat kerja. Pemerintah daerah akan terus mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemerintah lokal juga akan mendukung PT Hindoli akan komitmennya dalam mendirikan dan mengoperasikan fasilitas ini.”

Cargill melalui anak perusahaan kelapa sawitnya, Cargill Tropical Palm (CTP), juga berbagi praktik terbaik dalam menerapkan hak asasi manusia serta mempromosikan kesetaraan gender di perkebunannya. Dalam hal ni termasuk membentuk komite gender yang dipimpin oleh karyawan perempuan di setiap lokasi bisnis Cargill Indonesia, memastikan pekerja perempuan mendapatkan akses yang baik dan setara dalam pengembangan kapasitas dan promosi kerja, memberikan kebijakan hak reproduksi bagi pekerja perempuan seperti cuti haid, cuti melahirkan dan cuti keguguran, menyediakan pelayanan Kesehatan baik kehamilan dan melahirkan di klinik perusahaan, memperbaiki sarana dan prasarana di areal perkebunan demi menjaga kesehatan perempuan dan menyediakan fasilitas untuk kesejahteraan anak seperti ruang menyusui, tempat penitipan anak, yayasan sekolah dan bus sekolah.

Anton Asmara, Pejabat Sementara Presiden Direktur PT Hindoli  mengatakan, “Kami bangga dan berterima kasih kepada Kementerian PPPA dan Pemerintah Musi Banyuasin yang telah memilih PT Hindoli sebagai institusi pertama yang melaksanakan proyek percontohan RP3 di sektor perkebunan. Cargill memahami bahwa meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak – termasuk industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Kami berharap proyek percontohan RP3 ini dapat ditiru oleh perusahaan swasta lainnya, sehingga seluruh pekerja perempuan memiliki tempat yang aman dan efektif untuk secara terbuka menyampaikan keluhan atau pengalaman yang tidak menyenangkan yang mereka hadapi.”

Baca Juga :  PP Turunan UU Cipta Kerja: Perusahaan Bisa PHK Buruh Tanpa Pesangon Penuh

Dalam kunjungannya ke PT Hindoli, Menteri Bintang Puspayoga juga turut meresmikan Taman Asuh Ceria (TARA) yang pertama di Indonesia, yang telah memenuhi persyaratan standarisasi KPPPA. Fasilitas ini memberikan layanan dalam memenuhi kebutuhan pengasuhan anak-anak saat orang tua bekerja, termasuk saat para ibu bekerja. Dengan TARA, Cargill dapat memberikan pengasuhan sesuai hak anak-anak sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap orang tua yang bekerja dan anak-anak.

Cargill berinvestasi, terlibat dan fokus serta menghormati keragaman, kesetaraan, dan inklusivitas dengan mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk meningkatkan standar hidup dan membangun komunitas yang stabil. (BOB/REL)

Komentar Anda

Humaniora