Walikota Bobby Kordinasi Dengan Gubernur Edy Terkait PPKM Mikro

Walikota Bobby Kordinasi Dengan Gubernur Edy Terkait PPKM Mikro

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Afifi Nasution pada Kamis (8/7/2021) pagi melakukan pertemuan mendadak di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan.

Usai melakukan yang dilakukan secara tertutup itu, Gubernur Edy menjelaskan bahwa pertemuannya dengan orang nomor satu di Pemko Medan membahas tentang pelaksanaan PPKM Mikro di ibukota Sumut itu.

Edy ingin memastikan kondisi bed occupancy rate (BOR) yang disebut telah berada di angka 47 persen. Terlebih Kota Medan disebut berada di kriteria level 4.

“Saya informasikan, khususnya Sumut dia kondisinya bisa terkendali. Nilai BOR kita masih diangka 41 persen. Untuk ruang isolasi itu bahkan sudah diangka 39 persen. Ini lah Sumut. Tadi Medan saya cek, nah saya komunikasi sama pak Wali Kota Medan ini. Karena tadi pagi saya dengar sudah 47 persen BOR. Rupanya sudah dianulir, sudah tidak 47 persen, tapi di 41 persen. Kita harus pertahankan bahkan harus turun,” jelas mantan Pangkostrad itu, Kamis.

Menurut Edy, pemerintah pusat dalam menentukan PPKM Mikro di suatu daerah, termasuk juga penentuan level berdasarkan kondisi BOR dan jumlah pasien covid-19 yang meninggal dalam satu pekan terakhir.

“PPKM itu sudut pandangnya dari situ dia, dari BOR dan jumlah yang meninggal dalam satu minggu. Itu dihitung sehingga jadi level, level 4 katanya. Setelah saya pelajari juga, Kota Medan sebenarnya juga tidak di level 4 ini. Harusnya dia di level 3. Ada juga Sibolga katanya di Level 4. Setelah kita pelajari rumah sakit di situ jumlah ruangnya 80 room, tepakai 44 room, berarti posisinya tidak juga pada posisi level 4,” ungkap Edy.

Baca Juga :  Edy Rahmayadi ke Rizky Billar : Saya Kasi Gratis Saham PSMS, Tapi Ada Syaratnya

Sehingga dirinya akan mempelajari dan mengevaluasi hal tersebut untuk disampaikan ke pemerintah pusat. Sebab ini berkaitan dengan penetapan level 4 terhadap Kota Medan dan Kota Sibolga.

“Ini sedang kita pelajari dan evalusasi. Kenapa itu harus saya sampaikan. Karena tindakan level 4, level 3, level 2, level 1 itu berbeda. Perlakuan kerja di kantor juga berbeda. Itu nanti harus kita pastikan di dua tempat itu. Kota Medan dan Kota Sibolga,” ucap Edy.

Terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di tempat ibadah, Edy menyebukan hal itu menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.

Kata Edy, bupati dan wali kota lebih mengetahui kondisi terkini pandemi covid-19 di kabupaten dan kota.

“Itu diatur oleh bupati dan wali kota setempat yang pastinya lebih tahu wilayahnya ya. Yang pastinya adalah orang orang yang melakukan ibadah tetap melakukan prosedur prokes secara ketat. Tetap posisi Sumut adalah terkendali, sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan diatur oleh bupati wali kota dan tetap dilaporkan kepada gubernur,” tegasnya.

Wali Kota Bobby dalam kesempatan itu mengatakan bahwa selama PPKM Mikro, Pemko Medan akan selalu mengajak masyarakat agar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan.

“Kami bukan ingin menindak, bukan hanya ingin menegur. tapi ingin mengajak masyarakat agar bisa mengikuti apa yang kita keluarkan, berkaitan dengan aturan PPKM Mikro pengetatan hari ini,” ujar Bobby. *** (rel/kaldera)

Komentar Anda

covid19 Sumut