Tiga Tahun Eramas, Sikap Ksatria Edy Rahmayadi Tuai Pujian

Tiga Tahun Eramas, Sikap Ksatria Edy Rahmayadi Tuai Pujian

Oxomedia– Tanggal 5 September 2021 kemarin, pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (ERAMAS) tepat tiga tahun menjalankan amanah untuk memimpin Sumatera Utara. Pasangan ini resmi dilantik pada 5 September 2018 lalu usai memenangkan Pilkada Sumatera Utara dengan mengalahkan pasangan Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus (DJOSS) dengan persentase suara 57,5% berbanding 42,4%. Beragam tanggapan mengiringi perjalanan tiga tahun kepemimpinan Eramas. Ramai yang memberikan apresiasi positif, meski tak sedikit pula yang memberikan kritik pada pasangan ini.

Sejumlah Guru Besar dan Akademisi dalam diskusi panel tiga tahun kepemimpinan Eramas yang digagas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sunatera Utara (USU) mencatat kinerja pasangan ini yang dinilai telah berhasil menumbuhkan perekonomian dan memperkuat sektor riil. Adapun kritik pada pasangan ini umumnya datang dari pihak ‘oposisi’ yang pada Pilgub 2018 lalu yang memberikan dukungan pada pasangan Djoss.

Politisi PDIP Sarma Hutajulu memberikan kritik pada pasangan Eramas, mantan anggota Komisi A DPRD Sumut itu menilai kelemahan pasangan Edy-Ijeck diantaranya soal tata kelola pemerintahan di Pemprovsu yang menurutnya belum bersinergi dan efektif.

Namun, Kominfo Sumut melalui akun media sosialnya Info Sumut membeberkan sejumlah prestasi yang diraih pasangan Eramas, diantaranya pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan II tahun 2021, inflasi Sumut yang di bawah inflasi nasional, turunnya tingkat pengangguran terbuka, meningkatnya nilai ekspor Sumut, pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut, penurunan jumlah kasus Covid19 dan masih banyak lagi.

Dalam kehidupan berdemokrasi, sikap pro dan kontra dalam menilai kepemimpinan adalah sesuatu yang lazim terjadi, justru hal ini patut disyukuri apabila sikap kritis kita tidak dibelenggu artinya demokrasi di Sumut masih tetap hidup. Tapi yang menarik dan mendapat sorotan adalah bagaimana sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberikan pernyataan terkait tiga tahun kepemimpinannya.

Baca Juga :  HMI Labuhanbatu Raya Tolak PPKM Darurat Diperpanjang: Masyarakat Sudah Jenuh

Gubsu Edy Rahmayadi tidak hanya berbicata tentang keberhasilan pemerintahannya, dirinya dalam kesempatan wawancara dengan awak media juga menyampaikan permintaan maafnya atas masih adanya kekurangan dalam tiga tahun kepemimpinannya.

“Khusus untuk saya sudah tiga tahun, saya minta maaflah pada rakyat Sumatera Utara saya belum bisa berikan hal yang terbaik. Tahun pertama kita fokus melunasi hutang Sumut, tahun kedua refocusing anggaran untuk covid19 sehingga banyak rencana pembangunan yang terhambat, inilah yang harus kita kerjakan bersama-sama dan terus melakukan yang terbaik,” ungkap Gubsu.

Meski demikian, alih-alih mendapat cemooh, pernyataan Gubsu Edy itu justru ramai menuai pujian dari warga net. Seorang warga net yang memberikan dengan username asepirwan646  yang memberikan komentar di postingan TikTok sobat_edyrahmayadi mengatakan “Ya Allah lindungi orang baik seperti Pak Edy, ksatria minta maaf ke rakyatnya panjang umur pak.” Ada pula yang warga net yang mengatakan, “setiap pemimpin diuji kepemimpinannya, karena setiap pemimpin diminta pertanggung jawabannya kelak oleh yang kuasa, bapak selalu di hati rakyat,” tulisnya.

Begitulah Edy Rahmayadi di mata warga net, barangkali karir panjangnya di militer telah membentuk pribadi ksatria pada diri Gubsu Edy. Sebagai pemimpin, Edy Rahmayadi terus berupaya memberikan yang terbaik bagi rakyat yang dipimpinnya. Sebagai manusia, ia juga menyadari adanya kekurangan dan kepemimpinannya kelak akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Yang Maha Kuasa.

Selaras dengan tagline Sumut Bermartabat, sebagai pemimpin Edy Rahmayadi telah menunjukkan sikap ksatria, sikap seorang pemimpin yang bermartabat.

(TIM)

 

Komentar Anda

Oxopini Sumut