Pameran Pusaka Semenda Melayu, Tumbuhkan Nilai Kebanggaan Beridentitas

Pameran Pusaka Semenda Melayu, Tumbuhkan Nilai Kebanggaan Beridentitas

Oxomedia, MEDAN– Sebanyak lebih 130 pusaka berusia ratusan tahun dari berbagai negeri di Kepulauan Melayu Nusantara dipamerkan dalam acara bertajuk Pameran Pusaka Semenda Melayu yang berlangsung pada tanggal 17-19 Desember 2021.

Ari Widiyanta mewakili Perkumpulan Pusaka Semenda Melayu dan Sekretariat Nasional perKerisan Indonesia (SNKI) mengatakan terselenggaranya kegiatan ini tak lepas dari peran penting dua bersaudara Tionghoa bapak Rudy Oei dan bapak Widjaya Oei serta bapak Wiznu Wijaya atas dukungannya baik materil maupun moril.

“Acara ini sempat tertunda dua tahun akibat pandemi, Alhamdulillah bisa terselenggara sekarang, tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan budaya kita yang sungguh luar biasa ini, khususnya pada generasi muda,” ungkap Ari.

Menurut Ari, keris dan segala benda pusaka warisan leluhur kita memiliki nilai yang sangat agung.

“Ada filosofi, ada sejarah, ada estetika, ada teknologi yang menggambarkan kecerdasan moyang kita terdahulu yang tentunya dapat menumbuhkan kebanggaan kita beridentitas dan bebangsa,” ujarnya.

Lanjut Ari, acara ini merupakan awal dari terselenggaranya acara serupa bertaraf internasional pada 2022 mendatang.

Dalam kata sambutannya pada hari pertama pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan OK Zulfi siap mendukung pemaren pusaka internasional tersebut.

“Saya sangat berterimakasih kepada penggagas dan panitia, karena sesungguhnya acara semacam ini mestinya tanggungjawab kami. Namun kami belum bisa melakukan karena berbagai kekurangan,” kata OK Zulfi.

Sementara Ketua SNKI Pusat Fadli Zon dalam sambutannya secara daring mengapresiasi kegiatan ini. Fadli Zon berharap, pameran ini akan membuka cakrawala dan keingintahuan masyarakat luas terhadap keris maupun benda bersejarah lainnya dan pada akhirnya tertarik untuk melestarikannya.

Memamerkan sekitar 90% Keris Melayu dari berbagai negeri, acara yang dimeriahkan grup musik Melayu Lebah Begantong ini dihadiri sejumlah tokoh dan pegiat budaya dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Gubsu Resmikan IPA Denai, Warga: Sekarang Air Sudah Mengalir Deras

“Patut kita syukuri banyak anak muda yang hadir, besar harapan kami pelestarian pusaka warisan ini dapat berlanjut di generasi mendatang,” ucap Ari Widiyanta.

Terakhir, mewakili panitia acara, Ari Widiyanta juga tak lupa menyampaikan terima kasihnya pada SNKI dan Perkumpulan Pusaka Semenda Melayu yang melibatkan diri dalam kepanitiaan khususnya pada bapak Dr. Phil Ichwan Azhari, Jimmy Siahaan, H. Achmad Suhyar, Yasir Hasby, Gio Sinulingga dan segenap panita serta para kolektor yaitu bapak Hasballah Thaib, Wijaya Kesuma, Putera Kelana, dan Awang Satria yang sebagai pelestari termuda yang masih berusia 16 tahun.

(TIM)

 

Komentar Anda

Humaniora Peristiwa