Digitalisasi Koperasi dan UMKM Jadi Agenda Prioritas Kemkop UKM

Digitalisasi Koperasi dan UMKM Jadi Agenda Prioritas Kemkop UKM

Oxomedia, Jakarta,– Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengungkapkan, upaya mendorong digitalisasi koperasi dan UMKM saat ini menjadi salah satu agenda prioritas dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM).

Langkah itu diwujudkan antara lain melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan proses bisnis, dan perluasan akses pasar.

Berbagai program yang dijalankan untuk mendorong hal tersebut juga mendapat respon baik dari masyarakat. Misalnya selama pandemi Covid-19 ini, lebih 102.672 masyarakat telah mengakses dan mengikuti kelas daring melalui EdukaUMKM.id.  Program pelatihan juga diikuti oleh 10.013 pelaku usaha kecil dan menengah melalui program Sparc Campus.

“Di masa pandemi ini, ada tambahan 2 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital, sehingga sekarang sudah ada 10,25 juta UMKM yang sudah terhubung ekosistem digital atau sekitar 16% dari total populasi UMKM. Ini merupakan peluang baru di masa pandemi Covid-19, di mana porsi ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Teten Masduki dalam pembukaan webinar Outlook 2021 Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (29/12/2020).

Teten mengungkapkan, pada 2025, Google, Temasek, dan Bain & Co. memprediksi nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 1.826 triliun. Sementara di tahun 2019, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 265 triliun.

Untuk tahun 2021, Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menyiapkan beberapa program strategis. Antara lain koperasi modern, yaitu memperbanyak koperasi yang hadir dalam ekosistem digital dan memanfaatkan solusi teknologi digital dalam proses bisnisnya.

Program lainnya adalah meningkatkan rasio partisipasi UMKM Indonesia dalam rantai pasok. Apalagi saat ini rasio partisipasi rantai pasok global UMKM Indonesia masih sangat rendah, baru sekitar 4,1%.

Selanjutnya adalah korporatisasi pelaku usaha mikro seperti nelayan, petambak, produsen, dan lainnya dalam kelembagaan koperasi.

Berikutnya, meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia melalui intervensi startup dan wirausaha baru. (BeritaSatu.com)

Komentar Anda

Ekonomi Tekno