Barry Callebaut dan Deloitte berkolaborasi mendukung komunitas petani Kakao Indonesia

Barry Callebaut dan Deloitte berkolaborasi mendukung komunitas petani Kakao Indonesia

Oxomedia, Singapura  – Barry Callebaut, penghasil cokelat dan produk kakao bermutu tinggi yang terkemuka di dunia, bersama Deloitte, penyedia layanan profesional yang terkemuka di dunia, pada hari ini mengumumkan kolaborasi strategis selama beberapa tahun untuk melaksanakan sejumlah program pendidikan dan pengembangan keahlian. Program-program ini akan memberdayakan lebih dari 30.000 petani kakao di Sulawesi dan Sumatera agar mereka terbebas dari kemiskinan secara permanen.

Lewat kolaborasi ini, Barry Callebaut dan Deloitte Indonesia akan menjalankan inisiatif keberlanjutannya masing-masing, yakni Forever Chocolate dan WorldClass.

Program pendidikan dan pengembangan keahlian bagi para petani kakao

Indonesia adalah produsen kakao terbesar keenam di dunia, menghasilkan sekitar 220.000 ton kakao setiap tahun yang sebagian besar berasal dari Sulawesi. Mayoritas perkebunan kakao di Indonesia dikelola oleh para petani kecil (small-holder) yang menjadikan kakao sebagai sumber utama pendapatan rumah tangga. Dalam kolaborasi baru ini, para petani kakao, 20% diantaranya merupakan kaum wanita, akan mengikuti pelatihan tentang literasi keuangan dan kewirausahaan. Dengan demikian, mereka dapat menjadikan usaha kecilnya lebih profesional dan meningkatkan mata pencahariannya.

Para petani akan terlibat dalam pelatihan penjualan dan pemasaran yang diberikan oleh fasilitator lapangan Barry Callebaut. Para fasilitator tersebut berperan penting dalam pelaksanaan “Farm Business Plans” yang digagas Barry Callebaut.

Program-program ini terdiri atas sejumlah layanan yang dibuat sesuai kebutuhan, seperti pelatihan penggunaan alat dan pelatihan individual, serta ketersediaan agro input yang mendukung dan meningkatkan panen dan pendapatan petani. “Farm Business Plans” didesain untuk membantu para petani dalam mengembangkan kebunnya untuk direhabilitasi, bertanam tumpangsari, dan dikelola secara profesional dalam beberapa tahun kedepan.

Secara bersama-sama, kedua perusahaan juga akan meluncurkan program “Deloitte Grow” yang memberikan peluang lebih baik bagi orang muda lewat pendidikan, serta menumbuhkan minat dan apresiasi terhadap budi daya kakao di masa depan. Deloitte juga memperhatikan para guru dan berkolaborasi dengan Generation Peace, kelompok advokasi di Indonesia, untuk menyediakan pelatihan tentang keahlian interpersonal (soft skill) dan cara berpikir kritis bagi para guru.

Baca Juga :  Gelorakan Semangat Penggerak Kebaikan di Bulan Ramadan,Paragon Wujudkan Kebermanfaatan di 40 Wilayah Indonesia

Tujuannya ialah mendukung guru-guru agar mereka dapat meningkatkan mutu pendidikan di tengah sejumlah komunitas petani kakao, dan mempersiapkan generasi baru untuk menghadapi “Industry 4.0”.

“Di Deloitte, kami berkomitmen terhadap aset kami yang paling berharga—tenaga profesional kami—dalam rangka menciptakan berbagai peluang bagi kalangan prasejahtera. Dengan mempererat hubungan dengan para petani kakao, kami dapat membantu mereka untuk mengakses sejumlah inisiatif yang diperlukan supaya mereka mampu meningkatkan praktik pertanian dan mendiversifikasi pendapatan.

Deloitte Indonesia gembira dapat bermitra dengan Barry Callebaut dalam menghadirkan dampak positif secara kolektif bagi komunitas petani, yakni dengan meningkatkan literasi keuangan, mengembangkan keahlian bekerja, dan menyediakan akses terhadap berbagai peluang,” ujar Claudia Lauw, Country Leader, Deloitte Indonesia.

“Kolaborasi baru dengan Deloitte Indonesia akan meningkatkan upaya kami di lapangan secara signifikan, dan membantu kami untuk terus menyediakan dukungan yang diperlukan para petani kakao di Indonesia,” kata Richard Fahey, Vice-President, Barry Callebaut Cocoa Asia Pacific. “Saya yakin, bersama talenta yang ada di tim Deloitte , kami akan memberikan dampak positif bagi generasi petani kakao saat ini dan masa depan.”

Inisiatif “Forever Chocolate” dari Barry Callebaut bergabung dengan inisiatif “WorldClass” dari Deloitte

Produktivitas petani kakao tergolong rendah akibat praktik budi daya yang tidak memadai, tanah yang kurang mengandung nutrisi, serta tanaman kakao yang menua. Hal-hal ini terus membuat para petani kakao dan keluarganya berada di lingkaran kemiskinan.

Guna mengatasi sejumlah tantangan tersebut, Barry Callebaut meluncurkan program “Forever Chocolate” pada 2016, yaitu rencana untuk menjadikan cokelat lestari sebagai standar industri pada 2025.

Program ini terdiri atas empat target nyata yang memiliki tenggat waktu, serta menjawab sejumlah tantangan terbesar dalam aspek keberlanjutan pada rantai pasokan cokelat. Salah satu target “Forever Chocolate” ialah mengentaskan lebih dari 500.000 petani kakao dari kemiskinan pada 2025. Sejak 2016, Barry Callebaut telah menyambut sejumlah organisasi yang memiliki visi serupa untuk bergabung dalam gerakan yang menjamin kelestarian cokelat tersebut.

Baca Juga :  Silpa Rp500 Miliar, Bukti Kinerja Pemko Medan Belum Maksimal

Selaras dengan “Forever Chocolate”, inisiatif “WorldClass” dari Deloitte ingin menghasilkan dampak positif terhadap 50 juta generasi masa depan pada 2030. Diluncurkan pada 2017 sebagai inisiatif andalan Deloitte yang berskala global untuk mendatangkan dampak sosial, “WorldClass” memberdayakan berbagai orang dan komunitas lewat peluang pendidikan dan pengembangan keahlian. Lebih daripada itu, “WorldClass” mencerminkan komitmen Deloitte untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia dan pembelajaran seumur hidup. (REL)

Komentar Anda

Ekonomi Lingkungan