Banjir di Jawa Berpotensi Picu Kenaikan Harga

Banjir di Jawa Berpotensi Picu Kenaikan Harga

Oxomedia, Medan – Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, atau sebagian wilayah yang ada di Jawa, memang berpotensi menjadi pemicu kenaikan atau penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Disaat banjir di jawa terjadi, harga bawang merah yang paling rentan mengalami kenaikan harga di Sumatera Utara. Akan tetapi untuk saat ini, harga bawang merah terpantau masih stabil dan tidak mengalami kenaikan.

“Dari hasil pantauan kita, sejumlah pasokan bawang di wilayah Karo masih mampu memenuhi permintaan bawang di wilayah Sumatera Utara,” kata Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin sebagaimana siaran persnya diterima Analisadaily.com, Senin (22/2).

Kata dia, sejauh ini harga bawang merah cukup stabil dikisaran Rp 26 hingga Rp 28 ribu per kilogram. Pemantauan di awal pekan ini, justru ada kenaikan harga cabai merah di sejumlah pedagang, meskipun tidak semua pedagang.

Dan kenaikan harga cabai merah di awal pekan ini kerap terjadi. Karena Minggu merupakan hari libur bagi sebagian besar petani di Kabupaten Karo.

“Petani di sana lebih banyak memanfaatkan hari Minggu untuk Ibadah, ketimbang ke ladang. Sehingga pasokan cabai kerap mengalami gangguan sementara di awal pekan,” ujar Gunawan.

Meski demikian, dia lanjut menjelaskan, harga cabai merah saat ini masih cukup ideal karena diperdagangkan dikisaran Rp 28 hingga Rp 30 ribu per kilogramnnya.

“Nah, berbeda dengan itu, cabai rawit harganya justru mengalami penurunan tajam di awal pekan ini. Stok dari luar wilayah Sumatera Utara yang meningkat membuat harga cabai rawit mengalami penurunan signifikan. Cabai rawit saat ini dijual dikisaran Rp 30 hingga Rp 35 ribu per kilogram,” kata dia.

Baca Juga :  Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Sumut Gelar Pasar Murah

Dia menambahkan, jadi bukan dikarenakan adanya banjir di sejumlah wilayah di pulau jawa. Untuk Sumatera Utara, kata dia, harganya masih belum terimbas dampak banjir dari Jawa. Yang penting banjir di Jawa tidak berlansung lama. Yang dikhawatirkan akan memicu gangguan panen maupun distribusi barang.

Jika bencana berlangsung cukup lama, adanya pengaruh besar pada perubahan harga bahan pokok di sejumlah wilayah di Indonesia. Dan ini nanti akan bermuara pada kemungkinan permintaan barang dari wilayah lain.

“Yang nantinya berpeluang mengerek kenaikan harga kebutuhan pokok itu sendiri,” tambahnya. (BOB/ Analisadaily.com)

Komentar Anda

Ekonomi